Techbiz.id – Samsung tampaknya akan mengambil pendekatan konservatif pada sektor kamera Galaxy Z Flip 8. Ponsel lipat bergaya clamshell ini disebut hadir dengan tampilan lebih segar, tetapi susunan kameranya hampir tidak berubah dibanding generasi sebelumnya.
Mengacu pada laporan Digital Trends, Selasa (20/1/2026), media asal Belanda Galaxy Club mengungkap bahwa Samsung masih akan mempertahankan konfigurasi kamera yang sama seperti Galaxy Z Flip 7, yang notabene juga identik dengan Galaxy Z Flip 6.
Galaxy Z Flip 7 sendiri dibekali kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8 dan kamera ultrawide 12MP f/2.2 di bagian belakang. Untuk kebutuhan selfie, tersedia kamera depan 10MP f/2.2 yang terletak di layar bagian dalam. Jika bocoran ini akurat, maka Galaxy Z Flip 8 pun kemungkinan besar tetap mengandalkan komposisi tiga kamera serupa.
Artinya, bagi pengguna Flip 6 atau Flip 7, alasan untuk upgrade demi peningkatan kamera terbilang kurang kuat. Meski begitu, masih ada peluang kecil Samsung melakukan penyempurnaan dari sisi sensor, misalnya memperbesar ukuran sensor atau mengatur aperture yang lebih optimal demi kualitas foto dan video yang lebih baik.
Strategi ini mirip dengan pendekatan Samsung pada Galaxy S26 Ultra, yang dirumorkan tetap menggunakan sensor utama sama seperti Galaxy S25 Ultra, namun dengan optimalisasi lebih lanjut di sisi pemrosesan gambar.
Dari segi harga, Galaxy Z Flip 8 disebut akan tetap dibanderol sama seperti pendahulunya. Varian 256GB diperkirakan dijual mulai USD 1.099 (sekitar Rp 18 jutaan), sementara versi 512GB berada di kisaran USD 1.219 (sekitar Rp 19 jutaan).
Di tengah naiknya biaya komponen, Samsung diyakini akan memangkas pembaruan yang dianggap tidak terlalu krusial. Karena itu, sektor lain seperti layar dan baterai pun diprediksi masih mengadopsi spesifikasi Galaxy Z Flip 7.
Justru perubahan besar kemungkinan hadir pada dapur pacu. Galaxy Z Flip 8 dirumorkan akan ditenagai Exynos 2600 berbasis fabrikasi 2nm, yang disebut-sebut bakal menjadi chipset ponsel pertama di dunia dengan teknologi tersebut. Namun, hingga kini Samsung masih belum mengungkap detail resmi terkait Galaxy Unpacked pertengahan tahun.
Harga Galaxy S26, Z Flip 8, dan Z Fold 8 Diklaim Tetap, Samsung Tahan Laju Kenaikan Flagship


Kabar menggembirakan datang bagi calon pembeli flagship Samsung. Di tengah kekhawatiran harga ponsel premium makin melambung akibat mahalnya komponen, Samsung justru dikabarkan memilih untuk mempertahankan banderol seri terbarunya.
Mengutip SamMobile, Senin (5/1/2026), Samsung sempat mengalami dilema dalam menentukan harga Galaxy S26 Series karena meningkatnya biaya produksi. Bahkan, sempat muncul rumor bahwa harga Galaxy S26 akan lebih mahal dibanding Galaxy S25.
Namun, bocoran terbaru dari tipster Ice Universe di platform X menyebutkan hal sebaliknya. Samsung disebut telah memutuskan untuk menjual Galaxy S26 Series dengan harga yang sama seperti Galaxy S25.
Tidak hanya itu, kebijakan serupa juga akan diterapkan pada lini ponsel lipat. Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 dirumorkan meluncur dengan harga identik dengan generasi sebelumnya, yakni Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7.
Ice Universe juga membocorkan jadwal peluncuran perangkat-perangkat tersebut. Galaxy S26 Series diklaim akan diperkenalkan pada 25 Februari 2026 di San Francisco, Amerika Serikat, dengan penjualan global dimulai Maret 2026.
Sementara lini ponsel lipat Samsung diprediksi meluncur pada Juli 2026.
Jika bocoran ini benar, Samsung berpotensi menjadi salah satu produsen besar yang berhasil menahan kenaikan harga flagship di tengah tren global yang justru terus meningkat.
Galaxy Z Flip 8 Diprediksi Pakai Exynos 2600 2nm, Jadi Flip Pertama dengan Teknologi Ini
Samsung memang belum mengonfirmasi jadwal rilis Galaxy Z Flip 8. Namun, rumor menyebut perangkat ini akan mengandalkan chipset Exynos 2600 dengan fabrikasi 2nm.
Bila terealisasi, Galaxy Z Flip 8 akan menjadi ponsel flip pertama Samsung yang menggunakan prosesor 2nm, sekaligus menegaskan kepercayaan perusahaan terhadap pengembangan chip internal mereka.
Mengutip Gizmochina, Senin (22/12/2025), langkah ini melanjutkan strategi yang sudah diterapkan pada Galaxy Z Flip 7, yang untuk pertama kalinya meninggalkan Snapdragon dan beralih ke Exynos.
Padahal sejak debut Galaxy Z Flip pada 2020, Qualcomm selalu menjadi pemasok utama prosesor.
Keputusan ini dianggap sebagai bukti semakin matangnya Exynos, khususnya untuk perangkat premium dengan desain lipat. Selain Z Flip 8, Exynos 2600 juga dirumorkan bakal digunakan pada Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus, meski kemungkinan hanya tersedia terbatas di pasar tertentu.
Galaxy Z Flip 8 Makin Tipis, Samsung Kejar Desain Lebih Ringkas
Tak hanya soal performa, Samsung juga disebut akan memoles Galaxy Z Flip 8 dengan bodi lebih ramping. Bocoran menyebut ketebalan dan bobotnya bakal berkurang lebih dari 10 persen dibanding pendahulunya.
Sebagai perbandingan, Galaxy Z Flip 7 hanya mengalami pengurangan ketebalan sekitar 8,1 persen. Jika rumor ini akurat, Galaxy Z Flip 8 akan memiliki ketebalan sekitar 12,33 mm saat dilipat dan 5,85 mm saat dibuka, dengan bobot sekitar 169 gram.
Angka tersebut mendekati Galaxy S25 Edge yang memiliki ketebalan 5,8 mm dan berat 163 gram. Meski berbeda konsep desain, perbandingan ini menunjukkan ambisi Samsung untuk membuat ponsel lipat semakin praktis dan nyaman digunakan sehari-hari.
Samsung sendiri disebut menargetkan penjualan sekitar 6,7 juta unit ponsel lipat sepanjang 2026. Walau masih jauh dibanding seri Galaxy S, target ini tetap tergolong ambisius di tengah persaingan yang semakin ketat.
One UI 9 Disebut Bakal Tingkatkan Fungsi Layar Luar Galaxy Z Flip
Selain desain, pengalaman penggunaan layar luar juga menjadi sorotan. Galaxy Z Flip 7 sempat mendapat kritik karena One UI belum sepenuhnya memaksimalkan layar cover yang lebih besar.
Sebaliknya, Motorola Razr justru dipuji karena antarmuka yang lebih fleksibel untuk menjalankan berbagai aplikasi.
Rumor terbaru menyebut One UI 9 akan diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran seri Galaxy Z berikutnya pada musim panas mendatang. Antarmuka baru ini diklaim akan membuat layar luar Galaxy Z Flip 8 lebih intuitif, fungsional, dan mendekati pengalaman penggunaan ponsel konvensional.
langkah Samsung yang memilih menahan harga sekaligus meminimalkan pembaruan di sektor kamera bisa dipandang sebagai strategi realistis untuk menjaga daya saing. Di satu sisi, perusahaan tetap mampu mempertahankan posisi Galaxy Z Flip 8 sebagai ponsel lipat premium dengan desain paling ringkas dan modern. Di sisi lain, konsumen masih mendapatkan peningkatan berarti lewat performa chipset, efisiensi daya, serta optimalisasi perangkat lunak yang lebih matang. Dengan kombinasi desain lebih tipis, Exynos 2600 berbasis 2nm, serta One UI 9 yang lebih ramah untuk layar luar, Galaxy Z Flip 8 berpotensi menawarkan pengalaman penggunaan yang terasa baru, meskipun spesifikasi kameranya tidak banyak berubah di atas kertas.
