NARASIBANGSA.ID, MADIUN – Ratusan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi demonstrasi di Jalan Trunojoyo, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Aksi tersebut mendapat pengamanan dari aparat gabungan yang terdiri dari jajaran Polres Madiun Kota, Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau), serta personel Satuan Brimob Polda Jawa Timur.
Pengamanan diperketat karena massa aksi bergerak menuju kawasan yang berkaitan dengan aktivitas organisasi PSHT, termasuk padepokan PSHT di Jalan Merak, Kota Madiun.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam aksi, demonstrasi tersebut berkaitan dengan persoalan kepemimpinan di internal PSHT yang saat ini disebut memiliki dua kubu.
Samsul Hidayat, selaku Biro Hukum PSHT, mengatakan salah satu tuntutan massa adalah agar organisasi PSHT tidak terseret ke dalam kepentingan politik.
Menurut Samsul, penyelesaian persoalan internal PSHT perlu dilakukan melalui mekanisme organisasi dan mempertemukan pihak-pihak yang sedang berseberangan.
“Kapolres Madiun Kota kami harapkan segera mempertemukan antara Taufik dan Murjoko. Kalau kemudian akan dilaksanakan Parluh, baik Parluh 16 maupun 17, kami berharap Taufik dan Murjoko sama-sama mundur,” ujar Samsul.
Ia juga menyampaikan pandangannya agar kedua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan Parluh 16 maupun Parluh 17 tidak menjalankan proses tersebut terlebih dahulu sampai terdapat forum yang dinilai dapat mengakomodasi kedua belah pihak.
“Sampai ada Parluh yang sesungguhnya, yang bisa mengayomi kedua belah pihak tanpa adanya kepentingan politik,” katanya.
Samsul menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut diharapkan tetap mengedepankan aspek hukum, perdata, serta mekanisme organisasi PSHT.
Sementara itu, Runik, yang juga merupakan Biro Hukum PSHT, menyampaikan harapan agar kedua pihak yang saat ini berada dalam kubu berbeda dapat mencari jalan keluar dan menyatukan kembali organisasi.
“Kami berharap kedua belah pihak bisa menyatukan dua kubu yang ada,” kata Runik.
Aksi demonstrasi berlangsung di tengah pengamanan aparat. Kehadiran personel gabungan dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus mencegah terjadinya benturan antara massa dengan pihak lain.
Persoalan kepemimpinan internal PSHT tersebut selanjutnya masih menjadi bagian dari proses penyelesaian yang melibatkan pihak-pihak terkait.
