Techbiz.id – Xiaomi terus konsisten menghadirkan smartphone entry-level yang ramah di kantong namun tetap menawarkan fitur menarik. Pada Agustus 2025, Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 15C di pasar Indonesia. Ponsel ini hadir dengan banderol mulai dari Rp1,5 jutaan dan diposisikan sebagai penerus Redmi 14C yang sempat laris manis pada tahun 2024.
Redmi seri “C” sendiri dikenal sebagai lini paling terjangkau dari Xiaomi, sehingga wajar jika generasi baru ini banyak ditunggu. Pertanyaannya, apakah Redmi 15C benar-benar membawa peningkatan yang signifikan, atau sekadar minor update dari Redmi 14C? Mari kita bahas perbandingan keduanya secara lebih detail.
1. Desain: Modul Kamera Berganti, Perlindungan Lebih Baik


Perubahan paling terlihat langsung ada pada bagian desain, terutama modul kameranya. Redmi 14C sebelumnya menggunakan modul kamera berbentuk lingkaran, yang cukup mencolok di bagian belakang. Sementara itu, Redmi 15C hadir dengan modul kamera berbentuk kotak dengan sudut melengkung, sehingga terlihat lebih sederhana sekaligus modern.
Material kaca masih dipertahankan, membuatnya tetap terasa elegan meski berada di kelas entry-level. Namun, yang cukup menarik, Xiaomi memberikan peningkatan berupa sertifikasi IP64. Artinya, ponsel ini lebih tahan terhadap debu dan percikan air. Kehadiran fitur ini menjadi nilai tambah karena jarang ditemui di smartphone murah. Jadi, secara desain, Redmi 15C bukan hanya terlihat lebih simpel, tapi juga lebih tangguh.
2. Layar: Masih Sama, Tetap Besar dan Lega


Beralih ke bagian layar, ternyata tidak ada perubahan berarti. Redmi 15C tetap menggunakan panel IPS berukuran 6,9 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120Hz, persis seperti Redmi 14C. Dengan ukuran layar hampir 7 inci, ponsel ini bisa dibilang cukup bongsor, cocok untuk pengguna yang sering menonton video, membaca, atau dipakai orang tua yang membutuhkan tampilan besar.
Kaca pelindung Corning Gorilla Glass 3 juga tetap hadir untuk menjaga layar dari goresan ringan. Namun, satu hal yang masih menjadi kekurangan adalah desain kamera depan yang masih memakai notch water drop. Padahal, banyak pesaing di kelas harga yang sama sudah mulai mengadopsi desain punch-hole yang terlihat lebih modern.
3. Performa: Masih Andalkan MediaTek Helio G81


Di sektor dapur pacu, Xiaomi tidak memberikan peningkatan berarti. Redmi 15C masih menggunakan MediaTek Helio G81, sama dengan pendahulunya. Chipset ini dibuat dengan proses fabrikasi 12nm dan memiliki delapan inti CPU, terdiri dari dua Cortex-A75 hingga 2 GHz untuk performa serta enam Cortex-A55 hemat daya.
GPU Mali-G52 MP2 yang dipakai juga cukup lumayan untuk menjalankan game ringan hingga menengah, walaupun tentu saja tidak bisa diharapkan terlalu mulus pada game berat. Secara singkat, performanya tidak mengalami peningkatan dibanding Redmi 14C, sehingga bagi pengguna yang mengincar peningkatan kecepatan, mungkin akan sedikit kecewa.
Untuk penyimpanan, Xiaomi masih menawarkan dua opsi: 6/128GB dan 8/256GB, yang sudah cukup lega di kelas harganya. Namun ada satu nilai lebih: Redmi 15C hadir dengan Android 15 berbasis HyperOS 2 dan dijanjikan update OS sebanyak 4 kali serta patch keamanan selama 6 tahun. Untuk kategori entry-level, janji update sepanjang ini adalah keunggulan besar karena biasanya ponsel murah cepat ditinggalkan.
4. Kamera: Utama Sama, Selfie Justru Menurun


Bagian kamera juga menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Kamera utama Redmi 15C masih sama seperti Redmi 14C, yakni 50MP dengan tambahan lensa pendukung. Kualitas kamera belakang ini cukup baik untuk memotret di kondisi cahaya cukup, meski tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan seri menengah atau flagship.
Yang cukup disayangkan adalah pada kamera selfie. Redmi 14C sebelumnya hadir dengan kamera depan 13MP, sedangkan pada Redmi 15C resolusinya justru diturunkan menjadi 8MP. Meski masih cukup memadai untuk kebutuhan selfie sehari-hari atau video call, penurunan ini bisa menjadi catatan bagi pengguna yang hobi swafoto.
5. Baterai: Peningkatan Paling Signifikan


Peningkatan paling besar dari Redmi 15C dibandingkan generasi sebelumnya ada pada bagian baterai. Jika Redmi 14C hanya dibekali baterai 5.160mAh dengan fast charging 18W, maka Redmi 15C hadir dengan baterai 6.000mAh dan dukungan fast charging 33W.
Dengan kapasitas sebesar ini, Redmi 15C diprediksi mampu bertahan lebih lama, bahkan bisa menjadi teman ideal bagi pengguna yang aktif seharian penuh tanpa perlu sering mengisi daya. Dukungan pengisian 33W juga membuat proses charging lebih cepat, jadi tidak perlu menunggu terlalu lama saat baterai habis.
Selain itu, fitur NFC yang sudah ada di Redmi 14C tetap dipertahankan. Bagi pengguna yang sering menggunakan pembayaran digital atau top up e-money, kehadiran fitur ini jelas sangat membantu.
Harga Redmi 15C di Indonesia


Xiaomi Indonesia merilis Redmi 15C dengan dua varian harga:
6/128GB: Rp1.599.000
8/256GB: Rp1.799.000
Harga ini hanya sedikit lebih tinggi dibanding Redmi 14C saat pertama kali meluncur, sehingga masih cukup terjangkau untuk kelas entry-level.
Kesimpulan: Apakah Worth It untuk Upgrade?
Jika dilihat secara keseluruhan, Redmi 15C membawa peningkatan di sisi daya tahan bodi (IP64), kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya, serta jaminan update software yang panjang. Semua ini membuatnya terlihat lebih menarik dibandingkan Redmi 14C.
Namun, ada juga beberapa kekurangan yang patut dicatat: chipset masih sama, performa tidak meningkat, dan kamera depan justru mengalami penurunan resolusi. Dengan kata lain, Redmi 15C cocok bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai, desain lebih sederhana, dan dukungan software jangka panjang.
Sementara itu, bagi yang sudah memiliki Redmi 14C dan tidak keberatan dengan baterai yang sedikit lebih kecil, mungkin tidak terlalu perlu melakukan upgrade. Jadi, keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna.
