loading…
Bintang Timnas Mini Soccer Christian Wilfandio Naik Pelaminan, Nikahi Maria Theresia dalam Pernikahan Intimate
Bersama sang pujaan hati, Maria Theresia Waleng Emar, Christian menggelar intimate wedding di MTen, Jakarta, Minggu (13/9/2026). Pernikahan tersebut mengusung konsep Mafia Style yang memadukan kesan klasik, elegan, dan sinematik.
Christian dikenal sebagai pengusaha muda Indonesia yang aktif mengembangkan bisnis sekaligus menekuni dunia olahraga. Kiprahnya bersama Se’Indonesia membawanya masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia Class of 2026, yang menghimpun 300 anak muda dari berbagai sektor di kawasan Asia-Pasifik.
Se’Indonesia kini telah berkembang hingga memiliki lebih dari 300 cabang yang tidak berbasis waralaba. Selain mengembangkan bisnis kuliner, perusahaan tersebut juga aktif memberikan dukungan kepada sejumlah klub sepak bola Tanah Air, di antaranya Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Borneo FC.
Di luar dunia bisnis, Christian merupakan pemain Tim Nasional Mini Soccer Indonesia. Ia pernah memperkuat Indonesia dalam ajang Intercontinental Cup 2026 di Roma, Italia.

Meski memiliki kesibukan sebagai pengusaha dan atlet nasional, Christian tidak menginginkan pernikahan yang digelar secara berlebihan. Baginya, hari bahagia tersebut lebih penting dirayakan bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat yang memiliki arti dalam perjalanan hidupnya bersama Maria.
“Se’Indonesia mungkin sudah tumbuh menjadi lebih dari 300 cabang, tetapi untuk pernikahan, saya dan Maria justru menginginkan sesuatu yang sederhana, intimate, dan benar-benar bisa kami nikmati bersama orang-orang terdekat. Bagi kami, yang terpenting bukan seberapa besar acaranya, tetapi seberapa berarti setiap orang yang hadir di dalamnya,” ujar Christian.
Intimate Wedding Jadi Pilihan Generasi Muda
Konsep intimate wedding dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak dipilih pasangan muda, termasuk dari kalangan Gen Z. Alih-alih menggelar pesta dalam skala besar, konsep ini memberikan ruang untuk menghadirkan perayaan yang lebih personal dan memungkinkan pasangan berinteraksi lebih dekat dengan para tamu.
Christian yang lahir pada penghujung 1997 dan termasuk generasi awal Gen Z menilai pernikahan bukan sekadar sebuah pesta, melainkan pengalaman yang harus memiliki makna dan merepresentasikan karakter kedua mempelai.
Pilihan Christian dan Maria mencerminkan keinginan untuk tidak selalu mengikuti format pernikahan konvensional. Keduanya ingin menampilkan identitas personal, sembari tetap menempatkan keluarga, nilai, dan kedekatan emosional sebagai bagian penting dalam perayaan.
