Guru Madrasah Harus Adaptasi dengan Gen Z

NARASIBANGSA.ID, PROBOLINGGO – Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, mengajak guru guru madrasah lebih memahami daan betadaptasi dengan generasi Z.

Untuk itu Dini Rahmania, berkolaborasi degan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah (GTK) menggelar seminar bagi puluhan guru madrasah se-Kecamatan Sumberasih, Selasa (20/10/2026), di Yayasan Pondok Pesantren Al Ikrom, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Seminar ini diikuti oleh para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Diniyah (Madin).

Seminar ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, khususnya dalam memahami karakteristik peserta didik generasi Z serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.

Ketua Gugus Mutu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq Jember, Fikri Apriyono, menjelaskan bahwa guru perlu memahami perbedaan karakteristik antara generasi pendidik dan generasi peserta didik saat ini.

Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik generasi Z merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran.

“Generasi siswa sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, guru harus memahami karakteristik generasi Z. Jika tidak memahami karakteristik peserta didik, proses pembelajaran berpotensi tidak berjalan secara optimal,” ujarnya.

Fikri menambahkan, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam memilih pendekatan dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Ia menilai, penggunaan media visual serta penerapan metode pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar.

“Guru perlu memperbanyak penggunaan metode visual dan membangun pembelajaran yang kolaboratif bersama siswa. Dengan demikian, peserta didik dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Dini Rahmania menegaskan bahwa kolaborasi dengan Direktorat GTK Madrasah dan para pemateri merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, khususnya bagi guru madrasah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan Madrasah Diniyah.

Menurut Dini, tantangan pendidikan saat ini menuntut para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perubahan karakteristik serta kebutuhan generasi muda.

“Persoalan yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana guru mampu mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan diri dengan karakteristik generasi yang dididik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru menuntut komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan dinilai penting agar guru dapat memberikan pembelajaran yang relevan dengan kondisi peserta didik saat ini.

“Hal penting yang perlu saya sampaikan adalah guru tidak boleh berhenti belajar. Guru harus terus meningkatkan kompetensi, memperbarui pengetahuan, dan menyesuaikan diri dengan kondisi serta kebutuhan pendidikan saat ini,” pungkasnya.

Seminar berlangsung secara interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam mendidik generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemangku kebijakan, tenaga ahli, dan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah, TPQ, dan Madrasah Diniyah, sehingga mampu mencetak generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *